Selasa, 03 April 2012

Rahmat seluruh alam

Cahaya ini cahaya abadi
Takkan dipadami oleh tangn keji
Terang menyinari pelosok negri
Dengan peluh pejuang mu'min sejati

(Lirik Nasyid-Izzatul Islam "Cahaya Abadi")
 

Sebuah ungkapan mengatakan "cerna dulu jangan di telan bulat-bulat karena hanya anak-anaklah yang hanya makan tanpa di cerna terlebih dahulu"

 Ya, seperti makanan berita pun demikian. Banyak orang yang menstigmatisasi/ menggambarkan islam dengan kekerasan. Dari maraknya berita yang menyudutkan Islam. Di karenakan terdakwanya berbusana Muslim dan Bertakbir.

Secara etimologis (asal-usul lughawi), “Islam” berasal dari bahasa Arab,
salima yang artinya selamat. Dari kata tersebut terbentuk  aslama yang artinya menyerahkan diri atau tunduk dan patuh.
Orang yang ingin selamat hidupnya dunia dan akhirat, mesti taat kepada Allah swt karena semua makhluk di langit dan di bumi pada hakikatnya tunduk kepada Allah saja.

Dari kata aslama ini terbentuk kata Islam. Pemeluknya disebut sebagai Muslim. Orang yang memeluk Islam berarti menyerahkan diri kepada Allah dan siap patuh pada ajaran Allah, demikian kata Drs. Nasruddin Razak, 1989:56-57.
Dalam alQuran, kata aslama digunakan dengan beberapa perubahan:
  • Aslama berarti menyerahkan diri (Ali Imran: 83)
  • Taslima berarti penyerahan total (An-Nisa: 65)
  • Salim berarti bersih atau suci (Asy-Syu’ara: 89)
  • Salam berarti keselamatan atau kesejahteraan (Az-Zumar: 73)
  • Salam yang berarti damai (Muhammad: 35)
(sumber Tahajudcallmq.wordpress.com) 

Oleh karena itu seorang Muslim harus taat akan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Juga dituntut bagi kita memberikan kesan bahwa islam itu adalah agama yang damai, Adapun kita diwajibkan berjihad mengangkat senjata dalam kondisi tertentu yaitu ketika ummat Islam di tindas di suatu wilayah.

Sangat memprihatinkan ketika tertangkapnya teroris di Pondok Aren dan orang menstigmatisasi orang Muslim dan Muslimah bercadar.Www.Republika.co.id.

 Ilustrasi gambar dari Republika.co.id.


Islam tidak mengajarkan akan kekerasan, dan islam tidak pula mengajarkan akan menebar teror dalam negeri yang sedang dalam keadaan damai.

Justru Islam membawa keindahan. Justru Islam mengangkat derajat para wanita yang sebelum Rasul di kubur hidup-hidup, Justru islam memberikan solusi ekonomi tanpa riba dan maysir (spekulasi), Islam mengajarkan tenggang rasa kepada tetangga dan lain-lain.

Memang berita yang di blow-up para jurnalis memang sering tidak berimbang, sedangkan banyak pula orang-orang yang ingin agar gerakan Islam tidak mendapatkan ruang. Oleh karena itu mereka memanfaatkan isu-isu tersebut dan di besar-besarkan untuk kepentingannya.

Wa llohu a'lam bi showab.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar