Lebih baik di sini, rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugerah yang kuasa
Semuanya ada di sini
Rumah kita. (God bless)
Rumput tetangga selalu lebih hijau. (pepatah)
Arti dari pepatah tersebut adalah perasaan kurang merasa puas dengan apa yang kita miliki. Baik yang ada di rumah kita, maupun yang berada di negeri kita. kurang nya perasaan "qonaah" atau "nrimo ing pandum" yang artinya menerima akan apa adanya yang kita miliki. Selalu silau akan yang dimilki oleh orang lain.
Ada satu kisah yang bisa di ambil hikmahnya. Dari seorang jenaka bernama Nasrudin Hoja.
Pada suatu hari Nasruddin Hoja kehilangan kuncinya. Lantas ia mencarinya di pekarangan rumah. Tetangganya yang menyaksikan penasaran dan ingin bertanya.
Tetangga Nasrudin :Hai Nasrudin sedang apa kau?
Nasrudin : Aku sedang mencari kunci rumahmu yang hilang.
Tetangga Nasrudin: Coba ingat baik-baik di mana kau menghilangkannya!
nasrudin : Aku menghilangkannya di dalam rumahku
Tetangga Nasrudin: Kalau hilang di dalam rumah, lantas mengapa engkau mencarinya di dalam pekarangan?
Nasruddin: Ya karena di dalam teralu gelap.
Akhirnya tetangga Nasruddin hanya menggeleng-geleng keheranan. Tahukah anda akan hikmah yang ingin dismpaikan dari kisah Nasruddin Hoja tersebut? yaitu bahwasanya kuncinya ada di dalam rumah kita sendiri mengapa kita silau akan yang di luar.
Sahabatku, apabila mengambil istilahnya dokter bahwasanya negeri kita didiagnosis sedang saklit keras. Namun kuncinya itu ada pada kita. Jangan silau akan negara lainnya yang maju. Contohnya :kasus korupsi, kasus narkoba yang pelakunya ternyata oknum polisi sendiri, dan banyak kasus-kasus yang lainnya.
Maka hal pertama yang harus dilakukan adalah merasa qonaah dengan yang kita milki, dan berikutnya cari jalan keluarnya. Belum tentu di tempat lain metode yang diterapkan ,dapat kita terapkan pula di sini....
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: ""Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"". (Ibrahim;7)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar